fariz-mix

Lewat Buku, Fariz RM Menuturkan Visi dan Misi Musiknya

Bagi penggemar musik Pop, nama  Fariz Roestam Moenaf, atau yang dikenal dengan Fariz RM pasti sangat kenal. Karya musikalnya banyak. Disaat produktifnya, puluhan tembang terlahir dan menjadi hits. Hingga saat ini pun, More »

rolling_stones_somegirls_in

Album Review: The Rolling Stones – Some Girls [Deluxe Edition]

In 1978, things weren’t looking so hot for The Rolling Stones. Most, if not all, of their earliest counterparts – The Beatles, The Animals, and The Byrds included – had either burned More »

DSC00818

Pattie Bersaudara, Dua Pattie yang Membuai

Pattie bersaudara yang muncul sejak 1962 masih tetap menyanyi. nyanyiannya memberi warna kemesraan, bisa didengarkan segala umur. album pattie disiapkan oleh pengusaha, karenanya tak pernah padu. DISAMPING Tiga Dara Sitompul dan Yanti More »

DSC01722

The Exciting Connie Francis [Vynil Version]

In their time, and in our’s, they were the best. Bill Monroe (the best bluegrass performer ever), Connie Francis (the best girl pop singer of the ’50s and early ’60s) and The More »

DSC00795

Bubi Chen With Orkes DBP Mus Mualim Hasilkan “Bila ‘Ku Ingat”

Bubi Chen (lahir di Soerabaja, Jawa Timur, 9 Februari 1938; umur 73 tahun) adalah seorang pemusik jazz Indonesia. Saat berusia 5 tahun oleh ayahnya Tan Khing Hoo, Bubi diserahkan kepada Di Lucia, More »

DEWI KAWI, Kisah Rekonstruksi Kebenaran dan Kenyataan

dewi-kawi

“Dewi kawi” diakui oleh arswendo sebagai novel “khayalan” yang mengalir. Novel ini sebagai buah karya arswendo yang mengakui dibuat saat dirinya baru lahir. Ya, lahir ke dunia kebebasan setelah mendekam dalam penjara :) .

Berikut sinopsinya:

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

The True Adventures of The Rolling Stones

rs-sw

Rolling Stones dikenal sebagai salah satu legenda musik rock dunia.  Perjalanan band ini cukup kontroversi sejak berdirinya tahun 1962, mulai dari masalah obat-obatan, skandal seks, hingga perselisihan antar personel.

Adalah Stanley Booth, seorang wartawan yang juga penggemar berat Rolling Stones, mengikuti kisah perjalanan band ternama ini. Melalui karyanya yang berjudul :  The True Adventures of The Rolling Stones, dia menuturkan dengan sangat gamblang dan dengan bahasa yang lugas serta mengalir.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Lewat Buku, Fariz RM Menuturkan Visi dan Misi Musiknya

fariz-mix

Bagi penggemar musik Pop, nama  Fariz Roestam Moenaf, atau yang dikenal dengan Fariz RM pasti sangat kenal. Karya musikalnya banyak. Disaat produktifnya, puluhan tembang terlahir dan menjadi hits. Hingga saat ini pun, Fariz masih terus berkarya dengan menggelar sejumlah pertunjukkan dan menciptakan lagu.

Yang  patut diberikan acungan jempol adalah visi dan misinya dalam bermusik. Musik bagi Fariz menjadi sebuah kehidupan dan Harmony. Musik menjadi  sebuah medium berekspresi yang bebas dan lepas.

Lewat bukunya yang berjudul “Living in Harmony”, pencetak tembang hits seperti barcelona, sakura dan nada kasih menuturkan secara ringan, jenaka dan blak-blakan.

Dan bagi Anda yang berminat memiliki bukunya. Silakan hubungi adalapak.com di 083 887 38519 atau via email adalapak@gmail.com

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Album Review: The Rolling Stones – Some Girls [Deluxe Edition]

rolling_stones_somegirls_in

In 1978, things weren’t looking so hot for The Rolling Stones. Most, if not all, of their earliest counterparts – The Beatles, The Animals, and The Byrds included – had either burned out or faded away years before, and two blockbuster new movements (i.e. punk and disco) were coming into full effect. Making matters even worse was the fact that the band’s previous three albums – ‘73’s Goats Head Soup, ‘74’s It’s Only Rock ‘n Roll, and ‘76’s Black and Blue – though by no means disastrous, didn’t quite touch their now-classic predecessors Let It Bleed, Sticky Fingers, and Exile on Main St. Needless to say, this wasn’t a time to mess around; the Stones’ next move had the potential to make or break their career, or at least give strength to the threat of irrelevancy. So, they worked some classic Stones kind of magic.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Pattie Bersaudara, Dua Pattie yang Membuai

DSC00818

Pattie bersaudara yang muncul sejak 1962 masih tetap menyanyi. nyanyiannya memberi warna kemesraan, bisa didengarkan segala umur. album pattie disiapkan oleh pengusaha, karenanya tak pernah padu.

DISAMPING Tiga Dara Sitompul dan Yanti Bersaudara yang dapat menyanyi dengan padu, Pattie Bersaudara merupakan duet yang pantas sekali diketengah kan. Bila Sitompul bersaudari menyumbang improvisasi-improvisasi yang tak terduga, dan bila Yanti menyanyi dengan keharuan yang terpuji, dua Pattie ini memberi warna kemesraan. Mereka muncul dalam kamar setiap orang dengan lagu-lagu yang sederhana – soal cinta

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

The Exciting Connie Francis [Vynil Version]

DSC01722

In their time, and in our’s, they were the best. Bill Monroe (the best bluegrass performer ever), Connie Francis (the best girl pop singer of the ’50s and early ’60s) and The Ink Spots (the best R&B pop vocal group of a generation) will each be the subject of a new greatest hits compilation in the 20th Century Masters/The Millennium Collection series, to be released October 5, 1999. Each selection has been digitally remastered and each package contains historic photos and informative liner notes.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Mainan Jaduls Membangkitkan Memori

13042009124 (Medium)

Bagi Anda penyuka mainan anak-anak Jaduls mungkin item ini akan membawa “terbang” memori Anda ke massa lalu. Lewat permainan mobil berbahan logam ini, kita  juga akan bisa membedakan mutunya dengan mainan sekarang.

Kondisi barang : 90 % mulus
Kondisi Electric: Mati (alias engine non-aktif)
Tertarik? Bisa hubungi no kontak dan email adalapak.com

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Politik dan Mahasiswa, Perspektif dan Kecendrungan Masa Kini [Buku]

09112009439 (Medium)

Politik dan Ideologi Mahasiswa Indonesia adalah sebuah buku yang berlatar belakang pada masa awal orde baru. Buku ini menyoroti mengenai pembentukan orde baru pada masa-masa awal ditinjau dari sisi sebuah media massa bernama Mahasiswa Indonesia yang hadir dalam kurun waktu 1966-1974. Penulisnya adalah Francois Raillon, seorang staf peneliti pada Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Perancis (CNRS). Francois Raillon menggunakan sumber kebanyakan berasal dari koran Mahasiswa Indonesia itu sendiri, ia setidaknya telah meneliti hampir 8000 artikel dari mingguan Mahasiswa Indonesia. Selain dari mingguan Mahasiswa Indonesia itu sendiri, Francois Raillon juga menggunakan buku-buku penunjang seperti The Army and Politics in Indonesia (Harold Crouch), Analisa Lengkap dan Latarbelakang Peristiwa 15 Januari 1974 (Arifin Marzuki), The Smiling General: President Soeharto of Indonesia (O.G. Roeder), Angkatan 66: Sebuah Catatan Harian Mahasiswa (Yozar Anwar), dan lainnya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Lapak Bulan Februari… Tertarik Langsung Hubungi Kami

Lapak Bulan Februari  2012, Jika tertarik langsung  hubungi kami, adalapak.com
Barang Bagus, harga bersaing.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

William Ruhlmann: Nat King Cole still didn’t have much feeling for Spanish [Vynil Version]

natkingcole

A Mis Amigos is a 1959 studio album by Nat King Cole, arranged by Dave Cavanaugh and recorded in Rio de Janeiro. This was Cole’s second album of Spanish themed music, following Cole Español (1958) and preceding More Cole Español (1962).

The All music review by William Ruhlmann awarded the album three and a half stars, and said that Cole “still didn’t have much feeling for Spanish”

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS